MARI BERBAGI INFORMASI

INFO TERBARU DUNIA PENDIDIKAN

MIRIS ! PEMERINTAH TAK BAYAR GAJI, GURU MOGOK NGAJAR, MURID TERBENGKALAI

CERITA MIRIS KINI TERDENGAR DARI REKAN DI TASIKMALAYA



Sudah 3 hari para guru madrasah di tasikmalaya melakukan aksi mogok ngajar, tentu saja selama 3 hari itu pula para murid madrasah terbengkalai, belajar tanpa guru
ada alasan yang kuat dari para guru madrasah mengapa mereka sampai melakukan aksi mogok ngajar tersebut, para guru madrasah tasikmalaya menuntut hak mereka yang sudah terlalu lama belum dipenuhi pemerintah, yaitu tunjangan sertifikasi, dan dana bos.

penasehat aliansi nurani guru honorer madrasah tasikmalaya, ate mengatakan bahwa belum dicairkannya tunjangan, sertifikasi dan dana bos diduga kuat akibat dari politisasi di departemen agama, dana tersebut diduga sengaja diendapkan oleh pihak DEPAG

untuk itu ate meminta agar kementrian agama proaktif dalam membantu menuntaskan masalah tersebut, karena jika dibiarkan berlarut-larut bukan hanya para guru madrasah yang akan jadi korban, tetapi juga para aak didik di sekolah-sekolah mereka

para guru sebenarnya tidak ingin mengorbakan anak didik mereka, tetapi mereka sudah tidak punya pilihan lain, jika tidak seperti itu, maka pemerintah seakan menutup mata dalam membantu mereka mendapatkan hakyang memang sudah seharusnya mereka dapatkan

sebelumnya, melalui koordianator aliansi nurani guru honorer madrasah tasikmalaya juga telah melayangkan surat permintaan rekomendasi dari DPRD agar tunjagan fungsional yang sebesar  250 perbulan dan tunjangan sertifikasi sebesar 1.5 juta perbulan segera dicairkan, mereka juga meminta DPRD menaikan anggaran tunjangan pertahun di tahun 2016, yang selama ini sebesar 700 ribu, mereka mengatakan, tunjangan buruh saja 1.5 juta pertahun, mengapa tunjangan guru hanya 700 ribu saja.

menanggapi permintaan tersebut, pihak dewan telah memberikan rekomendasi kepada kementerian agama agar segera mencaikan tunjangan, sertifikasi, dan dana bos, agar para guru mau menghentikan aksi mogok ngajar yang mereka lakukan, karena kembali lagi yang menjadi korban juga adalah para anak bangsa negara ini

selain itu pihak dewan juga telah mengeluarkan tujuh rekomendasi yang dikirim kepada gubernur, walikota, dan kementrian agama, ketujuh rekomendasi tersebut antara lain;

1. mendesak pemerintah untuk segera mencairkan tunjangan sertifikasi tahun 2014, terhitung mulai bulan september hingga desember 2014 dan seterusnya

2. mencairkan tunjangan sertifikasi tahun 2015 terhitung mulai bulan juni hingga agustus 2015

3. meerealisasikan sk infassing dari tmt tahun 2011-2013 smapai saat ini

4. merealisasikan pengajuan nomor registrasi guru tahun 2014

5. merealisasikan dana bos dan percepatan sk dari kementrian agama tahun 2014

6. terkait bagi yang medapatkan tunjangan sertifikasi tetap mendapatkan tunjangan fungsional

7. terakhir menuntaskan pengangkatan guru honorer dibawah kementrian agama.


semua yang para guru madrasah tuntut dari pemerintah sebenarnya hanyalah hak yang memang seharusnya pemerintah berikan kepada mereka, selama ini mereka telah menjalankan kewajibannya mendidik para calon penerus bangsa, jadi timbul pertanyaan besar dalam benak kita, mengapa pemerintah yang selama ini selalu ingin bangsa kita maju tetapi mengabaikan kebutuhan para guru, yang hampir setiap hari meramu pengetahuan anak didik agar kelak dapat memajukan bangsa ini. disinilah lucunya negeriku !

salam guru indonesia (Y)





Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.