MARI BERBAGI INFORMASI

INFO TERBARU DUNIA PENDIDIKAN

INFO PENGANGKATAN HONORER K2: BKN BILANG "PEMDA LELET VERVAL, TANGGUNG RESIKO SENDIRI"

Belajar dari pengalaman pengangkatan guru honorer k2 pada tahun 2013 kemarin, pihak Badan Kepegawaian Negara, tidak ingin kecolongan lagi, apalagi kecolongan yang terjadi pada tahun 2013 kemarin mencapai angka 30 ribu guru honorer k2 bodong.

karena itu pihak BKN menerapkan proses verifikasi vaildasi data (verval) guru honorer k2 secara berlapis-lapis. PERTAMA, veriifikasi validasi data dilakukan oleh masing-masing instansi daerah dan pusat  . Kepala Biro Humas dan Protokol BKN Tumpak Hutabarat menjelaskan, begitu data verval oleh masing-masing instansi ini sudah diserahkan kantor BKN regional, maka data dimaksud akan diumumkan ke publik lewat media massa.

"Data kita umumkan dulu ke publik lewat media massa. Di situ kalau ada masalah, silakan masyarakat mengkomplain," terang jubir BKN itu kepada JPNN kemarin (28/9).
Nah, jika ada komplain dari masyarakat, pemda wajib melakukan verifikasi. Jika sudah selesai verifikasi tahap kedua, barulah data diserahkan lagi ke BKN regional.

Selanjutnya, data-data itu diverifikasi ulang, alias tahap ketiga, yang dilakukan oleh tim dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). "Kalau datanya sudah klir, barulah kita proses pembuatan NIP-nya," imbuh birokrat asal Medan itu.

Tumpak juga tidak memungkiri kemungkinan pemda lelet lagi dalam melakukan verval, sebagaimana yang terjadi sebelumnya. Karena itu, Tumpak memastikan, nantinya BKN akan memberikan tenggat waktu penyerahan data hasil verval ke pusat.

"Kalau lewat batas waktu, ya tidak akan kita proses. (Para honorer K2, red) jangan salahkan pusat jika pemdanya lambat. Salahkan saja pemdanya," cetus Tumpak.


Lebih lanjut, Tumpak memperkirakan, dari 440 honorer K2 yang datanya saat ini masih ada di BKN, nantinya paling banter hanya ada sekitar 400 ribuan yang akan diangkat menjadi CPNS. Angka ini berdasar kasus tes honorer K2 tahn 2013, dimana yang lulus tes namun mengundurkan diri karena diduga merupakan honorer bodong, jumlahnya mencapai sekitar 30 persen

Karena itu, Tumpak memperkirakan juga ada sekitar 30 persen dari 440 ribu honorer K2 merupakan honorer bodong.
Sebelumya, Kepala Badan Kepagawaian Negara (BKN) Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana menyebut, kemungkinan besar pengangkatan berdasar nilai hasil tes honorer K2 pada 2013 silam. Artinya, hanya honorer K2 yang ikut tes 2013 saja yang akan diangkat menjadi CPNS.

Dengan kata lain, pengangkatan honorer K2 tahap pertama untuk mereka yang nilai passing grade tesnya berada di posisi teratas. Namun, tetap akan dikombinasikan dengan usia dan masa kerja honorer K2.

"Mungkin akan menggunakan hasil tes sebelumnya. Tapi ini tergantung dari payung hukum tadi. Kalau pakai hasil tes 2013 tidak pakai passing grade tapi ranking.‎ Jadi hasil tes 2013 diurutkan nilai tertinggi sampai terendah, kemudian dikomparasikan dengan usia, dengan masa kerja," terang Bima Haria Wibisana di Jakarta, Minggu (27/9).

Namun ditekankan lagi Bima, bahwa mekanisme pengangkatannya masih harus menunggu payung hukum. Termasuk apakah nantinya dipastikan yang berusia tua mendapat prioritas, harus dituangkan dulu dalam regulasi yang dikeluarkan pemerintah

Nah, jadi bapak ibu guru honorer k2, aktiflah dalam mencari informasi terbaru dari proses verval ini, dan rajin-rajinlah bertanya pada lembaga terkait di daerah bapak-ibu masing-masing, selain itu cari juga info progres verval di daerah yang lain, untuk membandingkan progres verval yang ada di daerah bapak-ibu sekalian

tujuannya agar bapak ibu tahu sampai dimana progres verval itu sendiri, dan jika ternyata didaerah ibu -bapak progresnya terlambat dari daerah lain, maka cobalah untuk mendesak pemda tersebut, tentu saja dengan cara yang santun dan bijak, karena seperti yang diterangkan diatas, bahwa BKN tidak akan mentolerir pemda yang terlambat menyerahkan data verval sampai tengat waktu yang ditentukan, jika terlambat, maka resikonya tidak bisa ikut seleksi pengangkatan.

dan sekali lagi saya ingatkan untuk selalu berbagi informasi kepada rekan-rekan yang lain, terutama rekan yang berada di pelosok, yang susah untuk akses informasi langsung, kekompakan sangat dibutuhkan demi kelancaran proses pengangkatan tersebut

jangan sampai seperti guru-guru yang ada disekolah saya, yang telah belasan tahun mengajar, tetapi k2 saja tidak terdaftar, hal itu menurut mereka dikarenakan informasi yang tidak ada dari pihak sekolah dan rekan-rekan yang lain

letak geografis yang menjadi faktor utamanya, dimana sekolah tersebut berada jauh dipelosok, yang no signal, no listrik, n no jalan raya, jadi cobalah untuk saling berbagi informasi, sedikit info yang kita sampaikan, akan sangat bearti bagi mereka semua

salam guru indonesia (Y)


Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.